Hidup di Sydney sebagai pelajar S2

  • by

Ads

Saya kebetulan mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di the University of New South Wales yang berlokasi di Sydney pada tahun 2015-2016. Saya berkulaih kurang lebih 18 bulan disini. Selama saya kuliah, banyak hal menarik yang saya rasakan, alami dan jumpai dan saya aka ceritakan semuanya disini.
Pertama, mari kita coba lihat living cost untuk di Sydney itu berapa. Dibandingkan dengan kota kota lainnya di Australia, hidup di Sydney cukup mahal dikarenakan kotanya yang dikenal sebagai pusat perbisnisan negara. Lokasi UNSW ini sekitar 7 km dari pusat kota sehingga masih dikatakan cukup dekat. UNSW berlokasi di lingkungan yang dinamakan Kensington dan sekitarnya ada lingkungan yang Namanya Kingsford, Randwick, dan Maroubra. Semua daerah itu, merupakan daerah yang sangat padat akan mahasiswa UNSW, khususnya mahasiswa International.
Sekarang kita bicarakan dulu tentang akomodasi. Ada berbagai macam akomodasi yang bisa dipilih, kita bisa hanya sharehouse dan hanya menyewa satu kamar di sebuah, bisa share room yang dimana dalam satu kamar kita share dengan orang lain, atau flat share yang dimana kita sewa satu kamar dalam sebuah apartemen. Semua merupakan pilihan popular bagi mahasiswa International dan pilihan mana yang diambil tergantung dari preferensi masing-masing mahasiswa. Saya pribadi pernah merasakan share house dan share room. Kalau kalian ingin menghemat tentu bisa pilih share room karena untuk biaya share room ini berkisar $100-$150 per minggu. Di Australia, untuk pembayaran akomodasi dilakuakn per minggu jadi harga yang ditawarkan itu biasanya mingguan. Kebetulan saya dulu dapat share room yang seharga $150. Enak dari share room murah namun kalian tidak ada kebebasan di dalam kamar tersebut. Kehidupan kita harus kita sesuaikan dengan teman kamar. Kalau menurut saya, lebih banyak negatifnya kalau share room dan karena itu saya hanya bertahan 6 bulan. Setelah itu saya pindah ke share house yang dimana harganya $215 per minggu. Untuk kisaran share house ini macam macam harganya, tapi pada tahun 2016 yang paling murah itu sekitar $200. Kebanyakannya harga yang ditawarkan diatas $230 per minggunya. Tapi mau kita share house atau share room fasilitas umu yang dberikan pemilik rumah biasanya cukup lengkap. Kulkas, mesin cuci, kompor, area jemur pakaian, kamar mandi, air hangat, wifi. Semua sudah diberikan. Terkadang ada tambahan biaya $5 untuk wifi per minggunya tapia da juga harga yang sudah termasuk semuanya. Tempat tinggal saya selama saya kuliah di UNSW tidak pernah jauh, kedua tempat tersebut berjarak sekitar 2-10 menit. Sehingga karena hal tersebut, saya selalu jalan kaki Ketika pergi dan pulang dari universitas. Dan pada umumnya, ketika saya di Sydney saya lebih cenderung memilih untuk berjalan kaki jika memungkinkan karena biaya transportasi umu yang cukup mahal. Biaya transportasi umum akan kita bahas setelah ini.

Mari kita lanjutkan bahasan kita ke pengeluaran untuk transportasi umum. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya pribadi tidak pernah menggunakan transportasi umum dengan tujuan ke kampus dari tempat tinggal. Namun, ini merupakan hal yang sangat umum kita jumpai di UNSW. Pada sekitar jam 08.00, ini sangat banyak mahasiwa yang berdatangan ke UNSW menggunakan transportasi umum, yaitu bis. Ini juga terjadi ketika sekitar jam 16.00-17.00 yang dimana banyak mahasiswa akan menggunakan bisa untuk pulang. Sekarang kita bicarakan masalah biaya naik tranportasi umu bis, untuk perjalan pendek itu dikenakan $1.50, sedang $2.10, cukup sedang $3.50 dan yang paling mahal $4.50. Ketika kita mencari tempat tinggal, biaya transportasi juga menjadi salah satu pertimbangan penting karena terkadang ada akomodasi yang murah tapi kita harus naik bis untuk pulang pergi ke kampus. Saya mengunakan bis jika ingin ke pusat kota, pantai, pergi ke daerah tertentu dan belanja. Dan ini saya lakukan dengan beberapa strategi khusus. Pada tahun 2016 ini bisa dilakukan tapi sepertinya sekarang sudah tidak bisa. Trik yang pertama saya selalu gunakan ketika belanja. Untuk jarak pusat pembelanjaan dengan tempat tinggal saya tidak jauh, oleh karena itu satu jalan saya dikenakan $1.50 dan pulangnya sama. Tapi jika kita menggunakan bis dan naik bis lagi dalam kurun 60 menit, biayanya akan $0. Sehingga yang seharusnya saya bayar $3 untuk belanja, saya hanya bayar $1.5. Ini lumyan jika kita akumulasi, karena saya belanja seminggu sekali. Trik yang kedua adalah saya kalau mau ke pusat kota atau bermain ke daerah lain, saya selalu pergi di hari minggu karena pada hari minggu kita dikasih diskon lah ibaratnya karena kitab bisa menggunakan bis, kereta, kapal ferry secara bebas dengan hanya bayar $4.50, kalau sekarang dirubah menjadi $8.15. Ini cukup membuat saya berhemat dalam segi pengunaan transportasi umum.

Salah satu aspek hidup mandiri adalah belanja. Untuk saya pribadi, belanja saya lakukan seminggu sekali. Ketika saya belanja saya akan beli kebutuhan makan dan masak mingguan seperti roti, daging, sosis, buah, snack dll. Secara rata rata saya habis per bulannya untuk belanja sekitar $50 dan ini saya juga masih sering makan di luar. Biaya untuk makan diluarnya ini yanh mahal di Sydney. Untuk satu porsi makanan itu biasanya berkisar $8-$15. Bayangkan saja kalau kita makan 3 kali sehari di luar. Saya biasanya akan makan siang diluar tapi sarapan dan makan malamnya akan masak sendiri biar tidak terlalu boros. Selain itu, porsi makanan di Australia secara general itu cukup banyak jadi terkadand bisa untuk dimakan 2 kali. Contoh, saya pernah beli nasi lemak di restoran Malaysia dan dengan harga $10 saya dapat nasi dan 3 potong ayam sehingga ayamnya bisa di take away dan dimakan dirumah. Sebagai mahasiswa, pasti aka nada banyak cara yang akan kita lakukan untuk menghemat.
Jadi kalau bisa kita simpulkan, biaya hidup di Sydney itu bisa mahal atau tidak tergantung gaya hidup. Kalau kita mengacu kepada pengeluaran saya, akomodasi ($860), transportasi ($50), belanja ($200), makan diluar ($100-200) dan ditambah pulsa yang saya lupa sebutkan sekitar ($40). Secara total saya per bulan butuh biaya maksimal $1350. Namun biaya itu masih bisa di pangkas lagi jika intensitas makan diluarnya dikurangin. Saya rasa dengan pengeluaran segitu, bagi yang menerima beasiswa masih ada sisa uang untuk ditabung.

ABOUT US

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Tim Tutor

Lorem ipsum dolor sit

Feature Heading

Lorem ipsum dolor sit