IELTS Preparation Kuliah di China, Program Semi-Privat.

  • by

Ads

Students Background
Peserta IELTS preparation class ini adalah Maria Jessica Fernanda dan Michaela Angelita. Keduanya mengambil kelas semi-private. Saat ini keduannya berusia 18 tahun dan merupakan seorang pelajar SMA di China yang mengambil kelas persiapan IELTS dengan tujuan melanjutkan pendidikan S1 di universitas di China atau Taiwan. Sebelum mengambil kelas persiapan IELTS ini, mereka belum pernah mengambil test IELTS. Rencananya mereka akan mengambil official IELTS test pada awal tahun 2022. 

Sebelum mengambil IELTS preparation class, keduanya telah menguasai bahasa Inggris tetapi tidak menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari karena mereka lebih sering menggunakan bahasa Mandarin untuk aktivitas di sekolah dan bahasa Indonesia untuk keseharian. Tetapi kemampuan bahasa Inggris mereka cukup baik sehingga mempermudah mereka selama IELTS preparation class. Berdasarkan hasil test pada laman British Council, Kemampuannya Jessica adalah B2 – Upper Intermediate (Grammar 410, Vocabulary 490, Reading 391 dan Listening 406). Setelah mengikuti kelas simulasi IELTS, kemampuan Jessica di nilai sebagai berikut: “Dia bisa memparafrase topik dengan baik dan dapat menggunakan banyak kosakata untuk berbicara tentang berbagai topik tetapi Jessica cenderung melakukan pengulangan, menggunakan tata bahasa yang tidak tepat, memiliki kosakata akademis dan advance yang terbatas”. Sedangkan Michaela, berdasarkan hasil test pada laman British Council, Kemampuannya adalah B1 – Intermediate (Grammar 328, Vocabulary 398, Reading 254 dan Listening 308). Setelah mengikuti kelas simulasi IELTS, kemampuan Michaela di nilai sama seperti Jessica yaitu: “Dia bisa memparafrase topik dengan baik dan dapat menggunakan banyak kosakata untuk berbicara tentang berbagai topik tetapi Jessica cenderung melakukan pengulangan, menggunakan tata bahasa yang tidak tepat, memiliki kosakata akademis dan advance yang terbatas”.

Jumlah sesi yang di ambil Jessica dan Michaela di kelas saya adalah 8 sesi speaking, 6 sesi reading dan 2 sesi listening. Secara umum, mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Penguasaan bahasa Inggris dasar sangat membantu mereka dalam menyelesaikan sebagian besar tes ielts dengan hasil yang cukup baik (kira-kira band 6.0 atau 6.5). Namun karena mereka bertujuan untuk mencapai band 7.0, masih banyak yang harus ditingkatkan. Secara umum, suasana kelas terkendali dengan baik karena mereka adalah teman akrab jadi sangat mudah mengajak mereka bekerja sama. Meskipun memiliki karakter yang berbeda, mereka sangat kooperatif, mudah memahami instruksi dan mau belajar hal baru. Selain itu, mereka sangat rajin, selalu hadir dan tidak pernah reschedule jadwal. Kesulitan yang di hadapi mungkin di akibatkan jadwal di sekolah yang padat jadi mereka cenderung kelelahan dan performa sempat menurun di minggu-minggu ketika tugas sekolah sedang banyak dan ada ujian akhir.

Student Progress 

Speaking Section
Pada awal pertemuan speaking, mereka cukup komunikatif. Mereka bisa menjawab pertanyaan dengan baik walau tidak terlalu lancar. Pada part 1 dan 3, mereka cenderung menggunakan kata-kata yang tidak formal untuk speaking IELTS seperti (Coz, I’m gonna, I wanna). Ketika menghadapi pertanyaan atau topik yang tidak familiar atau mereka tidak memiliki pengalaman dalam topik tersebut, mereka cenderung diam, memberikan jawaban yang tidak relevan. Walapun pada IELTS speaking, peserta boleh mengarang cerita atau bahkan berbohong untuk menjawab pertanyaan, mereka cukup sulit untuk mengarang dan lebih sering memberikan jawaban yang tidak relevan. Selain itu, mereka cenderung mengulang pertanyaan dan topik di dalam jawabannya (seperti: Question: do you like travelling? Answer: I do like travelling because ….. ). Hal lain yang di alami mereka di awal pertemuan adalah “overthink the answer” hal ini banyak terjadi di IELTS speaking part 2, sebagai contoh (ketika di minta mendeskripsikan subjek kesukaan di sekolah, mereka cenderung menghabiskan waktu 1 menit persiapan untuk memikirkan subjek apa yang di sukai di sekolah di bandingkan menjawab pertanyaan yang tersedia di topik card). Di awal pertemuan, mereka juga belum terlalu paham “taking notes” sehingga ketika mereka mulai mendeskripsikan sesuatu di tengah penjelasan mereka lupa dan akhirnya cenderung “making grammatical mistake because they tend to think about the answer instead of paying attention to the language”.

Selama proses pembelajaran mereka bisa di ajak kompromi dan bekerja sama. Setelah di ajari dan di arahkan mengenai tips dan trik dalam speaking IELTS (part 1, part 2 dan part 3), advanced and academic phrases/vocabulary, idioms, collocation, linking words, paraphrasing, grammar structure dan types of sentences, mereka menunjukan progress yang signifikan. Di setiap pertemuan mereka selalu berusaha mengunakan kosakata baru dan idom yang di berikan. Mereka juga selalu latihan menggunakan simple, compound dan complex sentence. Selalu bertanya jika ada yang tidak mereka pahami. Dan berusaha mengarang cerita jika pertanyaan tidak familiar. 

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan: 

  1. Ketika berhadapan dengan topik yang tidak asing, mereka cenderung berbicara terlalu cepat hal ini bisa mempengaruhi score mereka untuk pronounciation. 
  2. Ketika topiknya tidak familiar, mereka cenderung berbicara lebih lambat, hal ini bisa mempengaruhi score mereka di fluency dan coherence.
  3. Mereka belum terlalu bisa mengembangkan ide di part 3 terutama untuk supporting idea with reason and example sehingga part 3 terkesan berat dan sulit.
  4. Meskipun mereka berusaha memakain kosakata baru tetapi tetap ragu untuk menggunakannya secara fleksibel untuk berbagai jenis topik. 
  5. Ada advance phrases atau fancy word yang mereka ketahui cenderung over use dan salah konteks terutama untuk speaking part 3.

Reading Section
Untuk reading section, Jessica dan Michaela pada awal pertemuan hanya mampu menjawab dengan benar di bawah 20 soal jadi mereka cenderung mendapatkan score 4.5-5.5 di reading. Setelah di ajari dan di arahkan mengenai tips dan trik dalam reading IELTS, mereka mengalami perubahan yang cukup baik tetapi score mereka stuck di 6.0 dengan hanya mampu menjawab dengan benar kurang lebih 23-26 pertanyaan. Mereka cukup baik membaca teks yang berkaitan dengan social context tetapi agak lemah pada teks-teks yang topiknya adalah academic context. Reading speed keduanya sedang dalam artian bahwa 60 menit untuk 3 passage tidak mampu di manfaatkan dengan baik. Butuh waktu 60-90 menit untuk mampu memahami bacaan sepenuhnya mungkin karena mereka berusaha mengerti semua kata dalam bacaan yang tertera atau karena tidak terbiasa dengan bacaan-bacaan akademik seperti bacaan dengan topik teknik atau maritim. Mereka cukup pandai menjawab tipe pertanyaan multiple choice, sentence/notes/table/diagram completion, locating info, short answer questions. Mereka kesulitan menjawab tipe pertanyaan truefalse/not given, yes/no/not given, matching headings, matching list or phrases dan summaries/flow-chart completion. Tetapi satu hal yang saya apresiasi dari Jessica dan Chaela ada vocabulary yang tidak sempat saya ajarkan di speaking justru didapatkan mereka di reading

Listening Section
Untuk listening section, Jessica dan Michaela rata-rata mendapatkan nilai 7-7.5. Keduanya sangat menonjol di section 1 & 2 (social context) tetapi menjadi sedikit lemah di section 3 & 4 (academic context). Keduanya sangat menonjol di note/summary/table/flow-chart completion, multiple choice, short answer questions tetapi sedikit lemah di labelling diagram, sentence completion dan classification. Kesulitan keduanya adalah menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan labelling plan or map dan matching. Mereka sering menjawab salah pada tipe pertanyaan seperti ini. 

 

English Tips

  1. Periksalah kembali notes tentang list of adjectives, advance phrases 
  2. Maksimalkan penggunaan collocation 
  3. Read more readings on academic context 
  4. Jangan “over think of the answer” terutama listening karena bisa mempengaruhi nomor yang lainnya
  5. If it is possible Jessica and Michaela could to take probably 4 sessions of speaking, 4 sessions of reading and 2 sessions of listening if they want to get band 7. Tetapi sebaiknya di ambil waktu libur sekolah karena padatnya aktivitas di sekolah membuat mereka Lelah dan kurang konsentrasi.

ABOUT US

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Tim Tutor

Lorem ipsum dolor sit

Feature Heading

Lorem ipsum dolor sit

Tags: