INSPIRING HEROES: ADIT

  • by

Ads

Saya melakukan satu sesi wawancara melalui Zoom dengan Aditya Imam, seorang tutor di Privatclass untuk meminta beliau membagikan kisah kesuksesannya saat berkuliah di Repbulik Ceko dan Belanda.

Aditya, atau lebih akrab dipanggil Adit, mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri dengan program beasiswa Erasmus yang diadakan oleh Uni Eropa.

2 NEGARA BERBEDA

Adit tidak hanya menyelesaikan studi di satu negara, melainkan dua sekaligus. Satu beliau selesaikan di Belanda dan satu di Repbulik Ceko. “Ini adalah ketentuan yang ditetapkan oleh Uni Eropa sebagai program beasiswanya. Saya jadi harus belajar di dua negara”. Kendati demikian, Adit menganggap belajar di dua negara bukanlah hambatan, melainkan suatu kesempatan emas.    

Adit mengambil program studi Masters in Biochemical Engineering. Program studi yang sama harus diambil oleh Adit di kedua negara karena itu merupakan ketentuan dari program beasiswa yang beliau ambil.

Menurut beliau, belajar di dua negara membuka kesempatan untuk mengekspolorasi berbagai budaya yang berbeda. Beliau berpendapat bahwa kesempatan ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk belajar lebih banyak mengenai bagaimana orang-orang di dua negara Eropa yang berbeda menjalankan kehidupan mereka sehari-hari. Melalui program beasiswa seperti ini, pelajar Indonesia harusnya bisa memperluas wawasan mereka mengenai dunia sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih open-minded.

SIANG DAN MALAM

Adit menjelaskan bahwa pengalaman belajar di Belanda dan Ceko jauh berbeda dengan pengalaman belajar di Indonesia. Di Belanda dan Ceko, mahasiswa dituntut untuk lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi dan berargumen di dalam kelas, alih-alih mendengarkan dosen dan mendapatkan ilmu secara pasif. “Berbeda dengan di Indonesia, mahasiswa-mahasiswa di tempatku belajar harus aktif karena proses belajar mengajarnya lebih interaktif. Berbeda dengan di Indonesia dimana system belajarnya dominan satu arah.”  Adit juga menambahkan bahwa sebelum pelajaran dimulai, dosen sudah mempersiapkan materi terlebih dahulu, yang bisa dibaca oleh mahasiswa. Tujuannya adalah untuk memastikan mahasiswa mengerti materi sebelum dosen menjelaskan, jadi di kelas dosen tidak harus menjelaskan lebih lanjut dan mahasiswa diajarkan untuk berpikir kritis dan dipersilahkan untuk berargumen terhadap materi yang disampaikan oleh dosen.

Dinamika belajar yang sangat interaktif ini menjadi salah satu nilai plus belajar di luar negeri. Pelajar tidak hanya diajarkan untuk menjadi lebih mandiri, tapi juga diasah kemampuan berpikir kritisnya agar tidak menelan informasi secara mentah-mentah dan dapat memahami materi secara keseluruhan. Adit juga mengakui bahwa sistem ini sangat membantu pelajar agar keberadaannya lebih dihargai oleh pihak kampus dan setiap opini yang dia berikan memiliki bobot yang dapat mengubah alur proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

MEWUJUDKAN MIMPI ORANG LAIN

Selain mewujudkan mimpinya sendiri untuk belajar di luar negeri, Aditya juga pernah membantu dua orang untuk melanjutkan studi mereka di negeri lain. Aditya menceritakan kisahnya dimana beliau membantu kedua adik tingkatnya untuk melanjutkan studinya di luar. Beliau mulai membantu mereka setelah dengan melakukan simulasi interview untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi mereka agar dapat mendapatkan beasiswa yang mereka inginkan. Adit juga membantu melatih pembuatan motivation letter yang dibutuhkan sebagai salah satu syarat permohonan pengajuan beasiswa. Setelah semua persiapan tersebut, mereka akhirnya mendapatkan beasiswa mereka.

Adit juga pernah membantu seorang teman yang gagal mendapatkan beasiswa. Teman itu menghubungi Adit dan Adit bergegas membantunya untuk memastikan keberhasilan pada kali kedua. Sama seperti kedua adik tingkatnya, temannya berhasil mengejar mimpinya.

 

MEMBANTU ORANG DARI JARAK JAUH

Setelah mengejar gelarnya dan akhirnya mendapatkan gelar yang diinginkan di Ceko dan Belanda, Adit Kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris Online di PrivatClass. Adit melakukan ini karena beliau suka membantu orang mahir berbahasa Inggris. Menurut beliau mengajar bahasa Inggris online lebih mudah dan fleksibel, serta memastikan murid tidak usah kesusahan menentukan kapan dan dimana lesnya akan diadakan, karena kelas online dapat dimulai dimana saja dan kapan saja.

Mengajar di PrivatClass menjadi pilihan beliau karena PrivatClass memudahkan interaksi murid-guru melalui program belajar daring. Selain fleksibilitas waktu dan tempat, mengajar online membuka banyak kesempatan bagi guru-guru untuk mengeksplorasi berbagai macam cara untuk mengajar murid mereka, yang mungkin tidak dapat ditemui dalam kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka.

Pengalaman beliau di luar negeri memudahkan beliau untuk terus berkarya di Indonesia sebagai guru yang tentunya akan terus membantu generasi muda untuk mengejar mimpi mereka.

SEBUAH MOTIVASI

Adit selalu bersikeras bahwa mengejar mimpi adalah hal yang tidak sulit, selama kita terus berusaha dan tidak menyerah. Menurut beliau, persiapan yang matang dan perjuangan yang gigih akan membuat seseorang menjadi sukses dan tentunya, seperti kisah sukses lainnya, kisah Adit adalah kisah seseorang yang memulai semuanya dari bermimpi tinggi.