Kehidupan akademis and sosial mahasiswa UNSW

  • by

Ads

Belajar di luar negeri merupakan mimpi bagi kebanyakan, bukan hanya pelajar Indonesia yang menginginkan hal tersebut tapi juga mahasiswa dari berbagai negara. Ketika orang ditanya apa yang dibayangkan Ketika kuliah diluar negeri, jawabannya beranekaragam. Ada yang ingin belajar sambal jalan jalan, ada yang pengen kuliah dengan bahasa asing, ada yang ingin memperluas jaringan pertemanan internasional dan ada juga ingin mengalami budaya akademis di kampus luar negeri. Namun, disisi lain, karena adanya perbedaan budaya, orang akan takut untuk kuliah di luar negeri karena mungkin untuk terjadinya culture shock dan mengalami kesepian. Namun ternyata pemikiran ngetaif tersebut ternyata untuk warga Indonesia bertolak belakang berdasarkan data jumlah pelajar yang ke luar negeri. Berdasarkan data, kurang lebih ada sekitar 8,500 pelajar Indonesia yang memilih untuk berkuliah di Australia per tahunnya. Jumlah ini melampaui jumlah pelajar Indonesia di Eropa. Ini menjadikan Australia salah satu tujuan popular pelajar Indonesia. Dan UNSW merupakan salah satu universitas yang paling diminati oleh pelajar Indonesia dikarenakan berbagai hal. Mari kita lihat apa yang menarik dari kuliah di UNSW dari segi kehidupan akademis dan sosialnya.
Kalau kita lihat dari segi kehidupan akademis, Australia memberikan banayak sarana untuk mahasiswanya, terlebih untuk mahasiswa internasional. Untuk membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan akademis, kampus menyediakan berbagai fasilitas seperti adanya international office yang khusus untuk membantu segala keperluan mahasiswa International. Untuk mahasiswa pastikan untuk memanfaatkan jasa mereka. Selain itu, hubungan antar-mahasiswa di UNSW cenderung dinamis karena banyaknya pelajar dari berbagai negara, sehingga ini membuat kita belajar dan peka terhadap bagaimana kita harus berkomunikasi. Untuk orang lokalnya sendiri, orang Australia cenderung memiliki lifestyle yang santai dan ini biasanya tercermin dari perilaku mereka. Dengan hal itu, ini memudahkan kita sebagai orang Indonesia yang pemalu untuk mendekati mereka dengan nyaman. Bukan hanya, itu, hubungan dengan para staff dan dosen pun cenderung santai tanpa ada rasa senioritas. Dosen sangat mudah untuk diajak diskusi dan bahkan kita bisa mengajak diskusi dengan dosen sambil ngopi. Inilah satu hal yang sedikit sulit untuk kita jumpai di Indonesia.

Terkait dengan system belajar dan perkuliahan, kuliah di UNSW lumayan jauh berbeda daripada di Indonesia. Sebelum kelas pertama dimulai, kita akan di informasikan apa saja yang menjadi bahan bacaan kita, tugas kita apa saja dan dikumpulkannya kapan, dan setiap pertemuan pembahasannya apa saja. Kedetailan dari struktur perkuliahan ini terkadang sulit untuk dijumpai di Indonesia. Di UNSW menggunakan pendekatan tersebut karena metode pembelajarannya memprioritaskan belajar mandiri. Jadi, kalau dari penjelasan salah satu dosen saya seperti ini, jika satu pertemuan itu durasinya 90 menit berarti kamu memilik bacaan dan tugas senilai minimal 3 kali lipatnya. Oleh karena itu, kita dituntut untuk bisa belajar mandiri dan membagi waktu antar semua mata kuliah. Bayangkan kamu seminggu ada 5 mata kuliah dengan durasi 60 menit berarti diluar kelas kamu harus belajar mandiri selama 15 jam. Ini mengajarkan kita untuk sangat disiplin. Tapi ini masih belum apa-apa, kalau sudah memasuki periode ujian tengah atau akhir semester. Semua mahasiswa akan langsung menghabiskan waktu jauh lebih banyak daripada 15 jam per minggu tersebut. Di UNSW, mereka menyediakan tempat untuk belajar mandiri atau belajar kelompok yang sangat banyak yang berlokasi indoor atau outdoor. Namun paling popular adalah indoor pada periode ujian. Dan dari semua tempat indoor yang paling popular adalah di perpustakaan karena fasilitasnya yang sangat lengkap dan juga kenyamanan yang ditawarkan. Perpustakaan UNSW yang bisa diakses oleh mahasiswa ada total 8 lantai. Dan di setiap lantai itu ada banyak tempat belajar yang disediakan dan Ketika periode ujian itu datang, semua tempat duduk dari lantai 1 sampai 8 itu penuh semua dari jam 8 pagi hingga 6 malam. Bisa kalian bayangkan situasi itu. Agar kita bisa pasti dapat tempat belajar, perpustakaan menyediakan fasilitas booking ruangan belajar kelompok yang bisa dimanfaatkan semua mahasiswa UNSW, namun kita hanya bisa booking dengan durasi maksmial 2 jam. Tidak diperbolehkan lebih dari itu. Dan ruangan tersebut harus digunakan oleh lebih dari 1 orang, jika terlihat hanya ada satu orang kitab isa diusir oleh mahasiswa lain atau petugas perpustakaan. Pada masa ujian, karena saya kecenderungan untuk belajar mandiri. Saya tidak bisa booking ruangan, oleh karena itu saya harus berangkat ke perpus sebelum jam 8 untuk cari tempat dan biasanya saya menghabiskan waktu di perpus sampai jam 6 malam atau terkadang bisa lebih dari itu. Enaknya juga, kalau semisal kalian ma uke kamar mandi, makan, atau beli kopi kalian bisa tinggalkan barang kalian di meja belajar dan tidak akan dicuri. Saya sering melakukan ini dulu, saya tinggal 30 menit untuk makan atau yang lainnya dan barang saya tetap aman.

Cukup sudah membahas tentang kehidupan akademis, sekarang kita bahas kehidupan sosial di UNSW seperti apa sih. Kegiatan-kegiatan untuk bersosialisasi di UNSW sangat beranekaragam dari book review, movie night, dan juga banyak klub-klub sosial lainnya. Untuk menikmati kehidupan sosial di UNSW tidak harus mengikuti kegiatan sosial yang disebiutkan tadi. Yang paling umum adalah makan siang bersama dengan teman teman lainnya sambal nongkrong di daerah taman atau bahkan duduk di rumput rumput kampus. Kegiatan ini merupakan hal yang umum dilakukan di UNSW, dan setiap wkatunya makan siang pasti banyak mahasiswa yang melakukan hal tersebut. Di dalam kampus menawarkan berbagai macam makanan dan minuman. Kalian bisa makan kebab, Indian food, Chinese food, pie, sushi, sandwich, dan lainnya. Sangat banyak pilihannya sehingga terkadang membuat saya bingung. Minuman juga sama banyaknya, dan bahkan ada juice bar yang menyediakan jus-jus yang segar. Dan menariknya ada beberapa toko makanan yang memberikan diskon 50% pada saat mereka mau tutup dan ini biasanya akan cepat habis diserbu mahsiswa. Di kampus juga menyediakan bar untuk mahasiswa yang digunakan mereka untuk sekedar ngobrol dan ngumpul sama teman-temannya. Dan minum alcohol di bar ini merupakan kegiatan sepulang sekolah atau kantor yang paling umu dilakukan orang Australia. Salah satu bar yang terkenal di UNSW adalah Roundhouse, tempat ini menyajikan beranekaragam minuman dan makanan dan menjadi tempat popular karena seringnya megadakan kegiatan seperti live music, konser dan acara-acara seru laiinya.
Jadi menurut saya, UNSW merupakan tempat yang ideal untuk belajar karena kehidupan akademis dan sosialnya yang menarik. Keseimbangan antara kedua hal tersebut sangat penting bagi mahasiswa dan itu dipikirkan oleh kampus.

ABOUT US

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Tim Tutor

Lorem ipsum dolor sit

Feature Heading

Lorem ipsum dolor sit