Membuat Personal Statement Yang Ampuh Untuk Melamar Beasiswa

  • by

Ads

Pasti banyak dari kita yang ingin untuk berkuliah di luar negeri. Namun banyak yang bingung atau terhalang dari segi administratifnya. Yang sering menjadi kendala adalah bukti kemampuan bahasa inggris nya yaitu IELTS, TOEFL iBT dana lain lain. Namun, ada satu persyaratan lainnya yang bagi beberapa orang sulit untuk dipenuhi, yaitu personal statement. Apa sih personal statement itu? Hampir semua universitas luar negeri akan mensyaratkan personal statement dalam pendaftaran kampus mereka dan terkadang menjadi penunjang yang penting dalam penialaian pendaftaran tersebut. Personal statement ini adalah sebuah tulisan atau essay yang memperkenalkan diri kalian yang dimana meliputi informasi terkait dengan latar belakang kalian, skills kalian, pengalaman, ambisi, harapan, alasan memlih jurusan dan universitas tersebut, rencana masa depan dan lain lain. Yang disebutkan itu merupakan informasi informasi umum yang di minta untuk di jelaskan dalam personal statement. Namun, ini tergantung dari setiap universitas. Ada beberapa universitas yang secara jelas memberikan poin-poin yang perlu dijelaskan namun juga ada yang membebaskan. Meskipun bebas, sebenarnya ada struktur tertentu yang bisa kalian ikuti dalam penulisan personal statement. Nah, di artikel ini kita akan membahas struktur dari penulisan personal statement dan sekalian membedah contoh nya juga.

Strukur dari personal statement

Berapa paragraph dari personal statement kalian tergantung dari berapa aspek yang kalian sertakan dalam penulisannya. Semisal kalian akan menjelaskan;

  • Latar belakang kalian
  • Experience dan/atau permasalahan/fenomena yang kalian temui terkait dengan bidang kalian
  • Solusi yang bisa kalian berikan terhadap permasalahan/fenomena
  • Kesesuaian jurusan dan universitas yang dipilih dengan bidang kalian.

Jika ada 4 aspek tersebut yang dijelaskan maka diperlukan 4 paragraf. Semisal ada 5 aspek berarti ada 5 paragraf. Namun, kebanyakan akan dibatasi jumlah kata untuk personal statement dan ini bervariasi. Pada umumnya, jumlah kata yang diminta berkisar antara 500-1000 kata.

Mari kita lanjutkan bahasan kita ke pengeluaran untuk transportasi umum. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya pribadi tidak pernah menggunakan transportasi umum dengan tujuan ke kampus dari tempat tinggal. Namun, ini merupakan hal yang sangat umum kita jumpai di UNSW. Pada sekitar jam 08.00, ini sangat banyak mahasiwa yang berdatangan ke UNSW menggunakan transportasi umum, yaitu bis. Ini juga terjadi ketika sekitar jam 16.00-17.00 yang dimana banyak mahasiswa akan menggunakan bisa untuk pulang. Sekarang kita bicarakan masalah biaya naik tranportasi umu bis, untuk perjalan pendek itu dikenakan $1.50, sedang $2.10, cukup sedang $3.50 dan yang paling mahal $4.50. Ketika kita mencari tempat tinggal, biaya transportasi juga menjadi salah satu pertimbangan penting karena terkadang ada akomodasi yang murah tapi kita harus naik bis untuk pulang pergi ke kampus. Saya mengunakan bis jika ingin ke pusat kota, pantai, pergi ke daerah tertentu dan belanja. Dan ini saya lakukan dengan beberapa strategi khusus. Pada tahun 2016 ini bisa dilakukan tapi sepertinya sekarang sudah tidak bisa. Trik yang pertama saya selalu gunakan ketika belanja. Untuk jarak pusat pembelanjaan dengan tempat tinggal saya tidak jauh, oleh karena itu satu jalan saya dikenakan $1.50 dan pulangnya sama. Tapi jika kita menggunakan bis dan naik bis lagi dalam kurun 60 menit, biayanya akan $0. Sehingga yang seharusnya saya bayar $3 untuk belanja, saya hanya bayar $1.5. Ini lumyan jika kita akumulasi, karena saya belanja seminggu sekali. Trik yang kedua adalah saya kalau mau ke pusat kota atau bermain ke daerah lain, saya selalu pergi di hari minggu karena pada hari minggu kita dikasih diskon lah ibaratnya karena kitab bisa menggunakan bis, kereta, kapal ferry secara bebas dengan hanya bayar $4.50, kalau sekarang dirubah menjadi $8.15. Ini cukup membuat saya berhemat dalam segi pengunaan transportasi umum.

Mari sekarang kita bedah contohnya:

  • Latar belakang kalian

Second/foreign language learning has fascinated me in many ways. Discovering how the mind works during the process and how individuals interact with themselves, others and its surrounding has always been a personal interest. This curiosity of learning and teaching a second/foreign language, especially English has led me to pursue both my undergraduate and master’s degree in English Language and Linguistics and Applied Linguistics, respectively. Upon further academic experiences, I found myself to be even more attracted to second language learning and pedagogy. This path has also led me to become an English teacher, teaching academic English at university level.

Di paragraph pertama ini kita bisa melihat latar belakang dari penulisnya dan bagaimana penulis tertarik dengan bidangnya hingga pekerjaan yang dilakukan. Ketika memberikan latar belakang, kita buat semacam cerita. Note: Jangan dibuat dalam bentuk poin-poin, selalu dalam bentuk paragraph.

  • Experience dan/atau permasalahan/fenomena yang kalian temui terkait dengan bidang kalian

Being an English language teacher in a country (Indonesia) that sees English as a foreign language has its own challenges. Other than having Bahasa Indonesia as its national language, most Indonesians acquire a local language since childhood. Thus, most underestimate the importance of English in the modern day as English in not widely practiced in society. Involved in a linguistically pluralistic community outside and inside the classroom has given me many obstacles in teaching English.

Di paragraph selanjutnya, penulis mengenalkan fenomena apa yang dia alami berdasarkan pengalaman selama bekerja. Jika kalian tidak bekerja, kalian bisa berikan fenomena atau permsalahan apa yang kalian lihat disekitar anda yang sesuai dengan bidang kalian.

  • Solusi yang bisa kalian berikan terhadap permasalahan/fenomena

Learning English for most Indonesians is daunting task as like in any other non-English speaking countries, our curriculum and/or teaching methods tend to perceive the monolingual approach as the best in achieving the language learning goals. This has caused Indonesian students to be reluctant or even afraid in coming to an English class, let alone learning the language as English classes pressure them to use English only and those who do not will receive punishments. I have found that English teachers in Indonesia have been instilled the values of this approach and any deviation to this is considered as inappropriate and even teachers who do not use the approach can be considered as failures. Being closely related to this phenomenon and have experienced many English language learning settings, I have found to question myself, is this standard approach (monolingual) best for the students? How can we as teachers create a learning environment that not only lessens the burdens for students to learn English but also motivates them? How can we take advantage of Indonesians’ multilingualism in learning English? Rooting from those questions, I have seen myself to try implementing other approached during my teachings.

Di paragraph ini, penulisan memberikan rincian lebih kanjut terkait dengan permasalahnnya dan sekaligus mencoba untuk memberikan solusi terkait dengan permsalahan atau fenomena tersebut.

  • Kesesuaian jurusan dan universitas yang dipilih dengan bidang kalian.

The PhD/Master’s in Linguistics at XXX University is the ideal institution for me to equip myself with the theoretical knowledge, practical experience and research training necessary in becoming more adept in multilingualism, second/foreign language learning and pedagogy. Additionally, this programme will help me establish and accomplish my research ambitions in the field of second/language pedagogy. I want to work under the guidance of XXX whose overall work on second/foreign language teaching and learning with my research interest.

Di paragraph terakhir ini kalian bisa berikan informasi terkait dengan kesesuaian visi dan misi kalian dengan jurusan, universitas dan juga pembimbingnya (khusus untuk program S2 research dan S3). Jika kalian mengambil program S1 atau S2 coursework tidak perlu menyertakan nama supervior yang di inginkan.

 

Jadi, diatas merupakan salah satu cara untuk menulis sebuah personal statement. Ingat, ini Namanya personal statement jadi selalu memberikan informasi yang terkait dengan kalian. Karena tulisan ini akan bersifat personal sehingga tidak akan baik/bagus jika kalian mengambil ide orang lain.

ABOUT US

Established in 2016, Focus IELTS Group (PT Air Teknologi Media) adalah perusahaan startup yang memiliki lebih dari ribuan peserta dan berhasil memberikan result IELTS dengan rata-rata 7.0

Tim Tutor

IELTS Band 7.5 + atau Master of TESOL from Monash Univ, etc

MOCK Test

MOCK test akurat Plus Feedback Writing dan Speaking