NADINE’S Progress Story

  • by

Ads

Peserta IELTS preparation class ini bernama Nadine Fawwazie Zahirannur Radjatut. Saat ini ia berusia 14 tahun dan merupakan seorang pelajar SMP yang mengambil kelas persiapan IELTS dengan tujuan melanjutkan SMA di Melbourne Australia. Sebelum mengambil kelas persiapan IELTS ini, Nadine belum pernah mengambil test IELTS. Rencananya ia akan mengambil official IELTS test pada bulan Januari 2022.

Sebelum mengambil IELTS preparation class, Nadine telah menguasai bahasa Inggris dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mempermudah Nadine selama IELTS preparation class. Berdasarkan hasil test pada laman British Council,

Kemampuannya adalah B2 – Upper Intermediate (Grammar 456, Vocabulary 456, Reading 426 dan Listening 548). Setelah mengikuti kelas simulasi IELTS, kemampuan Nadine di nilai sebagai berikut: “Dia mengerti bahasa Inggris lisan dengan baik, bahasa Inggris lisannya pun bisa di pahami oleh orang lain tetapi Nadine cenderung melakukan pengulangan, menggunakan tata bahasa yang tidak tepat, memiliki kosakata akademis dan advance yang terbatas, tidak berhasil memparafrase topic dengan baik”.

Jumlah sesi yang di ambil Nadine di kelas saya adalah 8 sesi speaking, 4 sesi writing 2 dan 2 sesi listening. Secara umum, Nadine memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik tetapi ia pelupa. Dia bahkan tidak mudah mengingat nama orang atau apa topik yang di bicarakan sebelumnya. Hal ini membuat Nadine sulit mengaplikasikan kosakata baru yang di pelajarinya selama di kelas. Nadine adalah pelajar yang sangat kritis, ide-idenya di kelas terutama speaking part 3 dan writing part 2 sangat out of the box. Secara umum, suasana kelas terkendali dengan baik karena Nadine anaknya sangat kooperatif, bisa di ajak kerjasama, paham instruksi dan mau belajar hal baru. Selain itu, Nadine sangat rajin, selalu hadir dan tidak pernah reschedule jadwal.

Student Progress

 

Speaking Section

Pada awal pertemuan speaking, Nadine tidak komunikatif. Meskipun memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, Nadine berbicara seperlunya, singkat, padat dan datar. Nadine cenderung menggunakan kata-kata yang tidak formal untuk speaking IELTS seperti (I’m gonna, I wanna). Ketika menghadapi pertanyaan atau topik yang tidak familiar atau dia tidak memiliki pengalaman dalam topik tersebut, Nadine cenderung menjawab “I don’t know”. Nadine menunjukkan keengganan untuk tidak di usik lebih jauh mengenai topik-topik tersebut. Walapun pada IELTS speaking, peserta boleh mengarang cerita atau bahkan berbohong untuk menjawab pertanyaan, Nadine sulit mengarang. Selain itu, Nadine cenderung mengulang pertanyaan dan topik di dalam jawabannya (seperti: Question: why do you like shopping?, Answer: why do I like shopping because….. ). Hal lain yang di alami Nadine di awal pertemuan adalah menjawab pertanyaan dengan nada yang datar meskipun menceritakan tentang sesuatu yang menggembirakan, mengejutkan atau mengerikan.

Selama proses pembelajaran Nadine bisa di ajak kompromi dan bekerja sama. Karena memiliki bahasa inggris yang baik, Nadine sangat mudah memahami instruksi. Setelah di ajari dan di arahkan mengenai tips dan trik dalam speaking IELTS (part 1, part 2 dan part 3), advanced and academic phrases/vocabulary, idioms, collocation, linking words, paraphrasing, grammar structure dan types of sentences, Nadine menunjukan progress yang signifikan. Perlahan Nadine mulai bisa mengekpresikan pendapat, mengajukan pertanyaan jika ada yang kurang jelas, dan berekspresi ketika berbicara. Kesulitan terbesar yang di alami Nadine adalah cepat melupakan sesuatu sehingga cenderung cepat melupakan vocabulary dan idiom. Kesulitan lain adalah time management. Ketika menghadapi topik yang familiar dan di sukai, Nadine cenderung berbicara lebih banyak dari yang seharusnya sehingga part 1 dan part 3 menjadi sama panjangnya dan part 2 menjadi lebih dari 2 menit.

Nadine terbiasa menggunakan collocation dalam percakapan sehari-hari sehingga ia sangat pandai menggunakannya dalam speaking IELTS. Selain itu, Nadine memiliki pemikiran yang kritis dan open-minded sehingga diskusi pada IELTS speaking part 3 menjadi bagian yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan.

Writing Section

Pada awal pertemuan writing, sama halnya seperti speaking, Nadine tidak komunikatif. Meskipun memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, Nadine menulis seperlunya dan tidak memenuhi task completion. Tetapi, penggunakan kosakata dan tata penulisannya baik. Nadine bisa menggunakan simple, compound dan complex sentences dalam writing dengan cukup baik. Nadine sangat jago dalam memaparkan ide-ide yang kritis dan out of the box. Kesulitan yang di alami adalah pemenuhan jumlah kata, management waktu dan sulit menentukan posisi (she tends to sit on the fence).

Listening Section

Seperti hasil test Nadine pada laman British Council, kemampuan listening Nadine bagus. Nadine sangat jago untuk spelling nama dan angka, multiple choice, maps dan direction. Kesulitan yang di hadapi Nadine dalam listening adalah “overthinking”. Jika ketinggalan atau tidak mendapatkan jawaban pada nomor sebelumnya maka ia cenderung menjawab salah pada nomor yang lain. Hal ini banyak terjadi pada diagram completion atau flow chat completion.

English Tips

  1. Tulislah apapun pada notes sehingga ketika lupa bisa melihat kembali
  2. Jangan “over think of the answer” terutama listening karena bisa mempengaruhi nomor yang lainnya
  3. If it is possible Nadine needs to take another session of writing