Persiapan IELTS untuk Beasiswa Indonesia Maju Batch 1

  • by

Ads

Student’s name: Syifa
Package: IELTS Writing
Initial score/level: –
Target score: 7.0 band (overall) / 6.5 (per section)

Who is the student?
Syifa mendapatkan kabar bahwa ia berhasil lolos seleksi dan akan menjadi penerima beasiswa untuk perkuliahannya di luar negeri. Tentunya kabar tersebut merupakan kabar menyenangkan – kalau saja ia tidak diminta untuk menyerahkan nilai IELTS dalam waktu mendesak. Saat kami memulai kelas, Syifa hanya punya waktu kurang dari seminggu untuk menyiapkan diri, dan itupun di tengah kesibukan UTBK camp yang telah ditetapkan dari jauh-jauh hari dan tidak bisa diubah jadwalnya. Meskipun begitu, Syifa tetap mengikuti kelas dengan semangat dan maksimal untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ia bahkan tidak keberatan menggunakan waktu istirahatnya untuk mengikuti kelas.

Student’s initial ability
Sebelumnya, Syifa sama sekali tidak familiar dengan format tes IELTS. Karena itu, ketika diminta mengerjakan salah satu contoh soal IELTS Writing Task 1, format penulisannya masih belum sesuai. Syifa juga lemah dalam tata bahasa (grammar) dan variasi kata, serta belum menulis dalam paragraf yang jelas. Namun, Syifa sudah bisa membaca dan mendeskripsikan grafik dengan akurat. Penyusunan informasinya pun sudah cukup baik dan kronologis.

Student Progress
Kami hanya punya waktu beberapa hari untuk melangsungkan kursus, sehingga waktu yang digunakan pun harus diatur semaksimal mungkin. Pada pertemuan pertama, Syifa diberikan penjelasan menyeluruh mengenai IELTS dan juga apa yang harus diperhatikan saat mengerjakan, terutama di Writing section. Setelahnya, kami menggunakan metode belajar melalui praktek langsung dengan mengerjakan berbagai contoh soal Writing section, baik Task 1 maupun Task 2, yang kemudian diberikan masukan serta sedikit penjelasan tata bahasa/arti kata bila diperlukan.

Secara garis besar, Syifa tidak terlalu kesulitan untuk menyusun tulisan. Setelah mengetahui format penulisan esai IELTS yang sebaiknya diikuti, Syifa bisa langsung menyesuaikan dan membagi informasi dengan baik ke dalam paragraf-paragraf. Ia dapat mencapai jumlah kata minimal yang diminta dalam limit waktu 60 menit. Penjabaran informasinya pun sudah kronologis, baik untuk Task 1 maupun Task 2, dan khusus untuk Task 2, Syifa sudah terbiasa menjelaskan poin argumennya lebih lanjut serta memberikan contoh untuk mendukung argument tersebut. Selain itu, Syifa dapat langsung memperbaiki kalimat yang awalnya terasa monoton, menjadi lebih panjang dan sedikit bervariasi.

Kelemahan utama Syifa terletak pada ketepatan
grammar dalam tulisannya. Syifa sering lupa menggunakan past tense ketika berhadapan dengan grafik atau diagram yang mencakup data dari masa lalu. Terkadang, susunan kata dalam kalimat-kalimatnya juga masih ambigu atau kurang dijabarkan. Syifa juga masih kurang dalam penggunaan kata penghubung, sehingga beberapa kali kalimatnya terlihat tidak terkoneksi dengan baik, dan pilihan katanya masih cenderung sederhana (belum menggunakan kata-kata akademis/level tinggi)

For future practices
Untuk mencapai skor yang diinginkan, Syifa dapat melakukan hal-hal berikut ini

  1. melakukan lebih banyak latihan soal IELTS untuk membiasakan diri dengan proses pengerjaan
  2. latihan menulis dengan fokus pada akurasi grammar;
  3. mempelajari berbagai variasi kata penghubung serta cara menggunakannya dalam kalimat/paragraph; dan
  4. membaca artikel-artikel ilmiah atau berita dalam Bahasa Inggris untuk menambah kosakata serta kompleksitas struktur tulisan.


What we learn from her/his case:
Waktu persiapan yang sangat singkat mungkin tidak akan memberikan banyak waktu lagi bagi Syifa untuk berlatih sendirian. Namun, jika ia berfokus pada memenuhi yang diminta dalam deskriptor penilaian IELTS bagian Writing, ia akan bisa memberikan yang terbaik dan mencapai setidaknya band 6.0. Syifa akan bisa mencapai skor lebih tinggi lagi bila mempunyai waktu lebih banyak untuk berlatih (sekitar 1-2 bulan), terutama untuk membiasakan diri menggunakan grammar yang akur.

Tags: